Ingin Jadi Penulis Profesional..? Pahami 7 Cara Menjadi Penulis Handal

Dari sekian banyak orang yang suka menulis, hanya sedikit saja yang memahami teknik dasar dalam menulis.
Sering kali mereka mengabaikannya dan menganggap itu tidak begitu penting.

Padahal, bagi Anda yang mempunyai hobi atau cita-cita menjadi penulis, teknik dasar selalu menjadi bagian paling penting di awal.
Anda setuju?
Menariknya lagi, mempunyai hobi menulis tentu saja adalah anugerah, mengapa?
Ingin Jadi Penulis Profesional..? Pahami 7 Cara Menjadi Penulis Handal

Karena dari menulis Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan dan manfaat, dan inilah beberapa diantaranya:
  1. Menulis adalah media belajar
  2. Menulis akan membentuk pribadi yang bijak dan santun
  3. Menulis akan menghasilkan ide-ide baru
  4. Menulis adalah salah satu media komunikasi yang terbaik
  5. Menulis akan melatih diri siap dikritik dan dievaluasi oleh yang lain serta melatih pemecahan sebuah masalah
  6. Melatih ketajaman untuk berkonsentrasi
  7. Menulis akan menambah pengetahuan dan wawasan seseorang
  8. Menulis dapat mengasah daya nalar dan daya ingat seseorang
  9. Kemampuan menulis menjadi sebuah prestise dan prestasi
  10. Aktivitas menulis dapat memperbanyak teman dan sahabat
  11. Menulis kreatif akan menjadi sumber penghasilan
Dengan Anda mengetahui begitu banyak manfaat menulis, kiranya bisa memotivasi Anda untuk terus mempelajari bagaimana cara menulis yang baik.

Ada hal mendasar yang wajib Anda ketahui dalam menulis. Inilah 7 Trik Menulis Rapi yang harus Anda ketahui:
7 Cara Menulis yang Baik dan Benar

1. Menulislah sesuai dengan apa yang Anda rasa, dengar dan lihat saat itu
Dengan cara ini, Anda akan menulis dengan sepenuh hati. Bukan cuma itu, menulis dengan apa yang Anda rasakan maka kata dan kalimat akan mengalir dengan sendirinya sehingga Anda akan mudah menemukan banyak kalimat yang sama sekali mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

2. Pilih kata dan kalimat sederhana
Jangan buat diri Anda pusing dengan memikirkan kata atau kalimat yang terlalu kompleks atau dibuat-buat. Mulailah menulis dengan kata dan kalimat yang sederhana, karena dengan hal seperti ini maka Anda akan lebih enjoy dan nyaman saat menulis.

3. Gunakan gaya bertutur, seperti Anda berbicara
Sebagai langkah dasar cara menulis, hindari penggunaan bahasa yang terlalu formal dan kaku. Menulislah sebagaimana Anda layaknya berbicara. Biarkan tulisan Anda mengikuti apa yang menjadi kebiasaan Anda saat berbicara dengan orang lain.

Gunakan bahasa yang komunikatif.

Jika ini dilakukan, maka tulisan Anda akan terkesan ringan, bagus dan enak saat dibaca.

4. Menulislah dengan jujur
Maksudnya begini,

Ketika Anda mulai berpikir untuk menulis tentang informasi, maka hal yang harus Anda lakukan adalah menulis dengan memberikan informasi yang jelas dan akurat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jangan mengada-ada atau bohong.

Apalah arti tulisan yang bagus jika itu berisi sebuah kebohongan. Yang Anda sajikan hanya demi meraih popularitas.

5. Menjadi diri sendiri
Sering kali kita terbuai ketika membaca tulisan orang lain. Bahkan karena begitu bagus tulisannya, maka terkadang kita berpikir untuk bisa menulis seperti halnya tulisan tersebut. Terutama tentang gaya bahasa dan teknik menulisnya yang kita rasa luar biasa.

Namun menurut pendapat saya, meniru gaya orang lain dalam menulis itu merupakan hal yang kurang baik. Jika itu terjadi, maka Anda hanya akan menjadi bayang-bayang mereka di kemudian hari, apalagi Anda hanya seorang yang pemula dalam menulis.

Saran saya, menulislah dengan gaya bahasa sendiri. Menjadi diri sendiri akan jauh lebih baik dibanding meniru gaya bahasa dari orang lain.

Pertahankan gaya bahasa Anda sendiri sehingga bisa menjadi sesuatu yang khas pada akhirnya. Orang akan mengenal Anda karena tulisan dan gaya bahasa khasnya.
Dan itu luar biasa.

6. Terus berlatih menulis
Disiplin menulis setiap hari akan membantu Anda dalam melatih diri sehingga pada akhirnya menulis menjadi hal yang mudah dan nyaman dilakukan.

Perkaya pengetahuan Anda dengan memperhatikan dan membaca tulisan-tulisan orang lain untuk memacu semangat Anda dalam menciptakan gaya khas penulisan Anda.

7. Hindari kata-kata yang tidak perlu
Dalam menulis, hendaknya menghindari kata-kata yang dirasa tidak perlu. Banyak orang yang sering berputar-putar dalam menulis. Bertele-tele sering kali akan berdampak buruk bagi pembaca. Mereka merasa bosan dan akhirnya pembaca akan menutup tulisan Anda.

Buatlah tulisan yang benar-benar runtut sehingga tidak membuat bingung dan pusing bagi pembaca.
Tulisan yang bagus akan menjadi lemah hanya karena kata-kata yang tidak berarti. Perhatikan hal itu dan berusaha menulis dengan lugas dan bermakna.

“Cara menulis yang baik adalah tentang bagaimana Anda bisa memahami apa yang diinginkan pembaca”.

Ketika Anda sudah bisa mengerti dan memahami dasar-dasar dalam menulis, maka sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan mulai bisa menulis ke level berikutnya, seperti halnya menulis puisi, menulis cerpen bahkan menulis artikel berkualitas SEO.

Atau, jika Anda seorang yang hobi jalan-jalan maka Andapun dapat melatih diri dengan menuliskan kisah dan hal apapun yang terjadi saat Anda berwisata tersebut. Andapun bisa menjadi penulis wisata (travel writer).

O iya, ada syarat dalam menulis yang harus Anda ketahui untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik dan menarik.

Syarat tulisan yang baik
Ketika Anda sudah bisa menulis dengan nyaman dan baik, mungkin ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam tulisan, yaitu membuat tulisan menjadi benar.

Inilah yang harus Anda lakukan,

Perhatikan EYD dan typo dalam menulis
Kita terkadang kurang mendalami dan mengetahui hal seperti ini sehingga membuat tulisan kita yang menarik jadi terasa ada yang kurang.

Jangan anggap remeh hal ini. Jika ingin memiliki tulisan yang baik dan berkualitas.

Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.
  1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.
  2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan)
    • Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola.
    • Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
    • Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
    • Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
    • Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
  3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (sayur-mayur, ramah-tamah).
  4. Gabungan kata atau kata majemuk
    • Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola.
    • Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya.
    • Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.
  5. Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya.
  6. Kata depan atau preposisi (di, ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: didalam, ke tengah, dari Surabaya.
  7. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.
  8. Partikel
    • Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bacalah, siapakah, apatah.
    • Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.
    • Partikel per- yang berarti “mulai”, “demi”, dan “tiap” ditulis terpisah. Contoh: per 1 April, per helai.
  9. Singkatan dan akronim.
Akronim dan singkatan hanya sebaiknya digunakan sebagai judul jika hal tersebut jauh lebih terkenal daripada kepanjangannya (misalnya AIDS vs. Acquired Immune Deficiency Syndrome, radar vs. Radio Detection and Ranging).
Seringkali suatu singkatan yang terkenal kepanjangannya menggunakan bahasa asing sehingga penutur bahasa Indonesia yang terbiasa menggunakan akronim/singkatan yang telah diserap dalam bahasa Indonesia tersebut lebih terbiasa dengan singkatannya.

Hal ini juga patut dicermati. Contoh adalah ASEAN vs. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Untuk beberapa judul artikel pembaca dalam bahasa Indonesia mungkin akrab dengan lebih dari satu varian nama, misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB, United Nations, UN, yang semuanya menunjuk ke entitas yang sama.

Sebisa mungkin jika kepanjangan suatu akronim dijadikan judul artikel maka perlu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, jika ada, maka sebaiknya padanan tersebutlah yang dijadikan judul artikel tersebut, misalnya UNESCO vs. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Akronim atau singkatan yang terdiri dari dua atau tiga huruf tidak sebaiknya dijadikan judul, kecuali untuk kasus-kasus istimewa, karena akronim dan singkatan yang terdiri dari dua atau tiga huruf dapat memiliki kepanjangan lebih dari satu dalam bahasa-bahasa yang berbeda.

Anda disarankan untuk meneliti di abbreviations.com atau di Wikipedia bahasa Inggris yang lebih lengkap daripada Wikipedia bahasa Indonesia.

Pada dasarnya untuk memulai menulis, hendaknya awali dengan niat yang sungguh-sungguh guna mendapatkan hasil tulisan yang baik dan dapat bermanfaat bagi semua pembacanya.

Satu hal,
Jika Anda seorang blogger, untuk melatih diri dalam menulis agar bisa lebih baik dan percaya diri, tidak ada salahnya jika Anda mencoba menulis di blog orang lain. Istilah populernya biasa disebut Guest Blogger atau penulis tamu.

Ketika Anda terus menerus melakukan perbaikan dan melatih diri dalam menulis, maka Anda akan lebih mudah dalam menciptakan artikel berkualitas.

Kiranya itulah yang dapat saya uraikan mengenai cara menulis yang baik dan benar bagi pemula. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Ingin Jadi Penulis Profesional..? Pahami 7 Cara Menjadi Penulis Handal"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Sesuai Dengan Topik Pembahasan,Komentar Spam Tidak Akan Muncul Sorry..!!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel